poltara.com
  • Kategori Berita
    • Agregator Berita
    • Politik Nasional
    • Politik Dunia
  • Analisis
    • Analisis Berita
    • Analisis Pro Kontra
  • Pemilu 2024
    • PILPRES 2024
   Masuk
poltara.com poltara.com
  
  • Pengaturan Akun
  • Masuk
  • Kategori Berita
  • Politik Nasional
  • Politik Dunia
  • Analisis Berita poltara
  • Analisis Pro Kontra poltara
  • Pilpres 2024 poltara

Rakernas PAN, Puan Maharani jadi Sorotan Warganet

Penulis: Kovaleps Hero
Tanggal Terbit: Selasa, 30 Agustus 2022
Rakernas PAN, Puan Maharani jadi Sorotan Warganet

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan adakan Rakernas./Instagram @amanatnasional

Partai Amanat Nasional (PAN) pada Sabtu 27 Agustus 2022 menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Dalam kesempatan itu, diputuskan sebanyak sembilan figur politik yang menjadi rekomendasi calon presiden (capres 2024) mendatang.

Perlu diketahui bahwa PAN membagi sembilan rekomendasi capres tersebut ke dalam tiga klaster, yakni klaster ketua umum partai, klaster teknokrat, dan klaster kepala daerah. Perlu diketahui bahwa PAN telah masuk dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Untuk klaster kepala daerah, terdapat beberapa nama dari unsur gubernur, yakni Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur).

Pengamat Nilai PAN Terkesan Umbar Capres 2024

Menurut analis politik dari Pendiri Indonesia Political Power, Ikhwan Arif menjelaskan bahwa rekomendasi capres 2024 yang dirilis oleh PAN, terkesan mengobral capres karena terlalu banyak rekomendasi soail kandidat capres yang dipilih.

"Hasil Rakernas PAN terkesan mengobaral Capres, terlalu banyak bakal calon presiden akan mempersulit proses konsolidasi partai koalisi. Ini baru di internal PAN belum nanti proses pendistribusian bakal calon pilihan PAN ke KIB," ujar Analis Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif, dikutip dari Kompas [1].

"Kalau dilihat ini seperti mengumbar nama-nama figur atau tokoh berpengaruh untuk merebut pengaruh ketokohan dan kekuatan politik dari masing masing-masing tokoh," imbuhnya.

Baca Juga Koalisi Indonesia Bersatu akan Adakan Pertemuan, Begini Analisis Beritanya

Sehingga menurutnya, PAN seolah-olah mengguyur nama-nama tokoh potensial yang nantinya terdapat nama yang berguguran, kemudian nama rekomendasi capres 2024 yang bertahan akan dipilih dan diusung melalui partai koalisi, yakni KIB.

Dirinya juga melihat bahwa metode untuk menampung suara dan aspirasi partai sangat penting untuk menjaga solidaritas internal partai namun di sisi lain, hal itu menunjukkan lemahnya proses penyaringan nama-nama tokoh potensial dengan tolok ukur partai.

Puan Maharani Disoraki

Tak hanya klaster kepala daerah, dalam Rakernas PAN, terdapat klaster dari unsur partai politik, yakni Airlangga Hartarto (Ketua Umum Partai Golkar), Suharso Monoarfa (Ketum PPP), Zulkifli Hasan (Ketum PAN), dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Namun terdapat hal yang menarik perhatian saat Ketum PAN mengumunkan nama Puan Maharani, yang menjadi rekomendasi capres 2024 dari PAN, yakni kader PAN yang hadir di Rakernas PAN justru menyoraki saat setelah Puan disebut.

“Satu lagi pimpinan PDI Perjuangan Ibu Puan Maharani,” ucap Zulkifli Hasan dari mimbar di atas panggung [2].

“Whuu,” sorak para kader PAN dalam Rakernas partai tersebut. Berdasarkan perhitungan, sorakan tersebut terjadi hingga sekira 21 detik.

Baca Juga Pertemuan Puan Maharani dengan Surya Paloh, Ada Netizen Soroti Pernyataan Basa-basi Politik

Erick Thohir Termasuk Capres Terfavorit

Untuk rekomendasi capres 2024 dari klaster teknokrat, PAN memasukan nama Menteri BUMN, Erick Thohir. Perlu diketahui bahwa Erick Thohir merupakan nama yang sering muncul dalam radar PAN setelah Zulkifli Hasan selaku Ketum PAN.

Tak hanya itu, para kader PAN di daerah dari mulai tingkat kabupaten, kota, dan provinsi, nama Erick Thohir, Zulkifli Hasan, dan Ganjar Pranowo merupakan sosok yang banyak diajukan. "Tokoh nasional yang sering muncul pertama Bang Zul, kedua Erick Thohir dan Ganjar Pranowo," kata Yandri [3].

Kendati demikian, Zulkifli Hasan belum memutuskan akan mengusung siapa dalam kontestasi capres 2024. Namun nantinya nama ke-9 rekomendasi capres 2024 tersebut akan disaring kembali dan diusung sebagai Calon Pemimpin Nasional yang diusung PAN.

Hasil Analisis Kazee

Diagram Isu yang Sering Dibahas./Kazee Media Monitoring

Peristiwa disorakinya Puan Maharani dalam Rakernas PAN pada 27 Agustus 2022 tersebut, membuat warganet di Twitter sangat menyoroti hal tersebut hingga 68 persen. Selanjutnya terdapat nama Erick Thohir yang paling disukai oleh konstituen di daerah, sebesar 12 persen.

Terdapat netizen yang fokus terhadap ‘perjodohan politik’ antara Erick Thohir dan Ganjar Pranowo, yakni sebesar 8 persen, Adapun Ganjar Pranowo yang digemari kalangan internal sebesar 5 persen, dan sebesar 4 persen menyoroti tentang rekomendasi 9 nama capres 2024.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Grafik Pergerakan Data./Kazee Media Monitoring

Rakernas PAN yang telah diselenggarakan membuat grafik pergerakan data mencapai puncaknya pada 28 Agustus 2022. Hal tersebut karena setelah Rakernas PAN pada 27 Agustus 2022, topik ini banyak dibahas dalam media sosial dan media pemberitaan.

Persentase Analsisis Sentimen./Kazee Media Monitoring

Sentimen terhadap topik mengenai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN, mendapatkan sentimen positif sebesar 57 persen, sentimen negatif 21 persen, dan sentimen netral sebesar 22 persen. Adapun periode data sejak tanggal 23 hingga 28 Agustus 2022.

Sampel Tweet Warganet di Twitter./Kazee Media Monitoring

Warganet di Twitter menilai bahwa momen disoraki saat Puan Maharani disebutkan namanya oleh Ketum PAN sebagai rekomendasi capres 2024, menurutnya bertolak belakang pada saat nama Ganjar dan Anies dibacakan oleh Zulkifli Hasan yang disambut meriah.

Terdapat netizen yang menjelaskan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir yang muncul sebagai rekomendasi capres 2024 merupakan usulan dari kader PAN. Dirinya juga merasa bahwa Erick Thohir memiliki prestasi dan elektabilitas yang tinggi.

Kendati demikian, terdapat pihak yang menyesalkan saat Puan Maharani disoraki oleh audiens yang hadir dalam Rakernas PAN. Ia menilai bahwa Puan Maharani yang merupakan Ketua DPR dan Ketua DPP PDIP, yang mana satu koalisi dengan PAN, harus dihormati.

Kata Kunci Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Kata kunci yang paling banyak digunakan dalam topik Rakernas PAN adalah Zulkifli Hasan, PAN, rakernas, presiden, diusung, favorit, pilpres, ketum, capres, cawapres, kandidat, mengusulkan, dan mengusung.

Baca Juga Relawan Jokpro 2024 Dorong Presiden Jokowi Tiga Periode

Hashtag atau Tagar Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Hashtag yang paling sering digunakan adalah Bangkit Bersama ET, relawan kebangsaan 24, ET banget, Ridwan Kamil, Puan Maharani, dan revolusi akhlak.

Baca Juga Rakernas PAN, Zulkifli Hasan Singgung 9 Nama Rekomendasi Capres 2024

Diagram Tokoh Terpopuler. Kazee Media Monitoring

Tokoh terpopuler dalam topik ini adalah.

  1. Zulkifli Hasan (Ketum PAN) sebesar 21 persen.
  2. Erick Thohir (Menteri BUMN) sebesar 13 persen.
  3. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) sebesar 12 persen.
  4. Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) sebesar 9 persen.
  5. Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) sebesar 9 persen.
  6. Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) sebesar 8 persen.
  7. Yandri Susanto (Politisi PAN) sebesar 7 persen.
  8. Puan Maharani (Ketua DPP PDIP) sebesar 6 persen.
  9. Airlangga Hartarto (Ketum Partai Golkar) sebesar 5 persen.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Diagram Organisasi Terpopuler./Kazee Media Monitoring

Organisasi terpopuler dalam topik ini adalah sebagai berikut.

  1. Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 48 persen.
  2. Partai Golkar sebesar 11 persen.
  3. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 9 persen.
  4. BUMN sebesar 8 persen.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Kesimpulan 

Rakernas PAN yang telah diselenggarakan pada 27 Agustus 2022 di Jakarta, mendapat sentimen positif dari warganet dan media pemberitaan sebesar 57 persen, negatif 21 persen, dan netral 22 persen. Adapun peristiwa yang menjadi sorotan warganet adalah saat nama Puan Maharani disebut Ketum PAN.

Pasalnya saat Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa Puan Maharani menjadi salah satu rekomendasi capres 2024, hal tersebut disambut sorakan oleh audiens yang hadir dalam Rakernas PAN. Kendati demikian, warganet juga menyoroti Erick Thohir yang banyak diusulkan oleh kader PAN di beberapa daerah.

Dalam rakernas tersebut, Zulkifli Hasan juga merekomendasikan sembilan nama capres 2024 yang akan diusung oleh PAN, yakni Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, Suharso Monoarfa, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, dan Erick Thohir.


Rakernas PAN pemilu pilpres capres cawapres 2024 Ganjar Pranowo Ridwan Kamil Golkar Erick Thohir

Bagikan:

 Berita Terbaru

  PRO KONTRA: Kritik Rocky Gerung untuk Jokowi
Senin, 07 Agustus 2023
  Prabowo Subianto Didukung PKB Capres 2024: Tambahan Kekuatan
Senin, 31 Juli 2023
  Pilpres 2024: Keberlanjutan Ganjar, Prabowo atau Perubahan Anies?
Senin, 24 Juli 2023
  PRO KONTRA: RUU Kesehatan Disahkan?
Senin, 17 Juli 2023
  Prabowo Subianto Temui Cak Imin, Soal Pilpres 2024?
Senin, 10 Juli 2023
  Dito Ariotedjo Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Korupsi di Kominfo
Selasa, 04 Juli 2023
  PRO KONTRA: SBY buat Buku Tentang Pilpres 2024 dan Cawe-cawe?
Jumat, 30 Juni 2023
  PRO KONTRA: Wacana Kaesang Maju jadi Cawalkot Depok
Rabu, 28 Juni 2023
  Ada Upaya Anies Baswedan ‘Dijegal’ KPK Jelang Pilpres 2024?
Senin, 26 Juni 2023
Anda masih memiliki kuota 1 kali perbulan untuk mengakses Analisis Berita
Bergabung dengan Poltara Pro dan dapatkan akses tak terbatas.


Berlangganan Sekarang
Poltara Indonesia
Kworks Indonesia - Wisma Korindo Lantai 6 - Jalan MT. Haryono Kav. 62 Pancoran - Jakarta Selatan. 12780
(022) 2010606
insight@poltara.com

Informasi
Pedoman Media
Privasi
Syarat dan Ketentuan
Hubungi Kami
Jaringan
Hutara.id
Finatara.com

poltara.com poltara.com

© Poltara Indonesia 2022