poltara.com
  • Kategori Berita
    • Agregator Berita
    • Politik Nasional
    • Politik Dunia
  • Analisis
    • Analisis Berita
    • Analisis Pro Kontra
  • Pemilu 2024
    • PILPRES 2024
   Masuk
poltara.com poltara.com
  
  • Pengaturan Akun
  • Masuk
  • Kategori Berita
  • Politik Nasional
  • Politik Dunia
  • Analisis Berita poltara
  • Analisis Pro Kontra poltara
  • Pilpres 2024 poltara

Perempuan Bawa Senjata Api Masuk Kawasan Istana Merdeka, dari Mana Asal Senjata Apinya?

Penulis: Angga Fatura
Tanggal Terbit: Rabu, 26 Oktober 2022
Perempuan Bawa Senjata Api Masuk Kawasan Istana Merdeka, dari Mana Asal Senjata Apinya?

Perempuan Bawa Senjata Api Masuk Kawasan Istana Merdeka?/Unsplash Max Kleinen

Peristiwa perempuan yang membawa senjata api lalu todongkan pistol ke Paspampres di Istana Merdeka, terjadi pada 25 Oktober 2022 kemarin. Lantas Komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko menjelaskan kronologi lengkapnya.

Perempuan Bawa Senjata Api Masuk Kawasan Istana Merdeka?

Menurut Wahyu, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 07.10 WIB. Awal mulanya terdapat seorang perempuan dengan pakaian gamis dan bercadar, berjalan menuju pembatas jalan di depan Istana Merdeka, di Jalan Merdeka Utara.

"Lalu, anggota Paspampres bernama Prada Angga Prayoga yang sedang berjaga di dalam  pos Istana Merdeka melihat gerakan yang mencurigakan dari perempuan tak dikenal tersebut. Karena dari pembatas jalan, perempuan ini terlihat menuju area pagar Istana yang merupakan zona ring 1 Paspampres," kata Wahyu [1].

Saat perempuan tersebut mendekat ke arah pagar Istana Merdeka, Prada Angga Prayoga melihat perempuan tersebut mengeluarkan senjata api jenis FN. Lalu menurut Danpaspampres, perempuan tersebut langsung menodongkan ke arah Prada Angga Prayoga.

"Sehingga personel Paspampres tersebut dibantu Pratu Gede Yuda melakukan tindakan  pengamanan dengan merebut senjata api dari perempuan tersebut," ujar Wahyu.

Perempuan tersebut yang bernama Siti Elina (SE), lalu berhasil ditahan dan diserahkan kepada pihak kepolisian. “Saat ini perempuan tersebut sudah berada di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Untuk lebih lanjut silakan ditanyakan kepada Polda Metro Jaya,” kata Wahyu.

SE Belum menerobos Istana Merdeka

Danpaspampres menjelaskan bahwa perempuan tersebut belum menerobos masuk ke Istana Merdeka. Dirinya mengatakan jika kewaspadaan anggota Paspampres yang langsung menghampiri perempuan yang membawa senjata tersebut.

"Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota (Paspampres),” ucap Wahyu.

Polda Metro Jaya Sebut Bukan Teror

Irjen Pol Fadil Imran selaku Kapolda Metro Jaya menyebutkan aksi perempuan yang membawa senjata api jenis FN tersebut, bukan merupakan aksi teror. Dirinya meminta agar seluruh pihak tidak berandai-andai terkait peristiwa tersebut.

"Bukan teror, jangan berandai-andai, belum, nanti saja kalau ada perkembangan kita sampaikan. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi, belum tentu teror," kata Fadil Imran pada 25 Oktober 2022 [2].

Dalam kasus ini, Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa pihak penyidik masih mencari tahu apakan perempuan tersebut terafiliasi dengan organisasi tertentu atau tidak. Meski demikian, dirinya meminta agar masyarakat tidak khawatir secara berlebihan.

"Polda Metro Jaya kan juga mempunyai satgas wilayah untuk mendalami kegiatan terkait dengan teror, poinnya adalah masyarakat tidak usah khawatir situasi Jakarta kondusif, kita mampu mencegah," ujarnya.

BNPT Sebut Pelaku Pendukung Organisasi HTI

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan bahwa perempuan yang bernama Siti Elina tersebut adalah pendukung organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Adapun organisasi tersebut saat ini telah dibubarkan pemerintah.

"Ia juga diketahui sering memposting propaganda khilafah melalui akun media sosialnya," kata Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid.

Adapun pendalaman terhadap SE masih terus dilakukan oleh BNPT. Pihaknya juga mengaku belum mendapatkan informasi apakah Siti Erlina merupakan bagian dari jaringan teroris atau bergerak secara sendirian (lone wolf).

Baca Juga Sidang Perdana Ferdy Sambo: Dari Klaim Pelecehan, iPhone 13 Pro Max hingga KM 50

Sempat Ada Disinformasi Soal Data Pelaku

Sebelumnya, beredar sebuah pesan dalam aplikasi WhatsApp perihal identitas perempuan yang membawa senjata memasuki Kawasan Istana Negara dan ditangkap Paspampres serta pihak kepolisian. Dalam pesan tersebut, pelaku dikabarkan berasal dari Lampung.

Namun ternyata perempuan di Lampung yang disangkakan sebagai pelaku, bernama Gita Puspita, bukan merupakan seorang perempuan yang membawa senjata ke Kawasan Istana Merdeka. Gita Puspita merupakan seorang guru TK di Bandar Lampung.

"Jujur saya tidak tahu kejadian tadi pagi, saya berada di sekolah dan tidak tahu berita ini. Saya tahu jam setengah dua saat anggota Polda datang, karena memang saat mengajar saya tidak pernah melihat handphone," kata dia pada 25 Oktober 2022 [3].

Tak hanya itu, Gita juga mengaku dalam kurun waktu seminggu terakhir, tidak ke mana-mana dan hanya ke luar rumah untuk mengajar. "Seminggu ini saya di rumah saja, saya tidak pernah ke luar Kota Bandar Lampung. Sehari-hari di rumah dan di sekolah untuk mengajar," terangnya.

Terkait dengan identitas dirinya yang tersebar, Gita Puspita mengaku kaget atas bocornya data tersebut yang dikatakan dirinya merupakan terduga teroris dengan aksinya membawa senjata api jenis FN ke Istana Merdeka.

"Kaget, saya enggak ada pinjol, nggak punya Facebook, nggak punya Instagram juga, kok data KTP saya bisa muncul. Saya juga enggak punya kembaran, saya punya kakak tapi tidak kembar, cuma mirip. Tapi bekerja sebagai guru juga satu sekolah juga," jelas Gita.

Hasil Analisis Kazee

Diagram Isu yang Sering Dibahas./Kazee Media Monitoring

Informasi mengenai perempuan yang membawa senjata api di dekat Istana Merdeka, mendapat sorotan sebesar 40 persen. Hal tersebut terjadi karena dalam media sosial Twitter, peristiwa tersebut banyak dibahas oleh beberapa pihak.

Pihak Polda Metro Jaya yang melakukan pendalaman kasus tersebut, mendapatkan sorotan sebesar 26 persen. Tak hanya itu, terdapat pihak yang menyambungkan peristiwa tersebut dengan kadrun karena tindakannya yang dianggap radikal.

Grafik Pergerakan Data./Kazee Media Monitoring

Grafik pergerakan data mencapai puncaknya pada 25 Oktober 2022. Hal tersebut terjadi karena peristiwa perempuan yang membawa senjata api dan akan memasuki Kawasan Istana Merdeka, terjadi pada tanggal tersebut dan banyak dibahas dalam Twitter dan media pemberitaan.

Persentase Analsisis Sentimen./Kazee Media Monitoring

Sentimen negatif pada umumnya berasal dari pernyataan BNPT yang menyebutkan bahwasanya pelaku merupakan pelaku pendukung organisasi HTI, yakni mencapai 75 persen. Sedangkan sentimen positif, berkaitan dengan kesigapan Paspampres dalam menangani perempuan itu.

Kata Kunci Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Kata kunci yang paling sering digunakan adalah Senjata, presiden, menerobos, FN, Paspampres, kepolisian, terobos, identitas, dan ditodongkan.

Baca Juga Rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan: Ketua Umum PSSI dan Exco Wajib Mundur, jika Tidak, Ini Konsekuensinya

Hashtag atau Tagar Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Hashtag yang paling sering digunakan dalam topik ini adalah senjata api, Paspampres, Istana Presiden, senjata, viral, dan wanita terobos istana.

Baca Juga Mamat Alkatiri Dilaporkan Hillary Brigitta Lasut, Waketum NasDem Menyayangkan, Wakil Sekretaris Sebut Ini

Diagram Tokoh Terpopuler. Kazee Media Monitoring

Tokoh yang terkait dengan topik ini adalah

  1. Irjen Fadil Imran (Kapolda Metro Jaya) sebesar 23 persen.
  2. Kombes Pol Latif Usman (Dirlantas Polda Metro Jaya) sebesar 22 persen.
  3. Briptu Krismanto (Anggota Gatur) sebesar 14 persen.
  4. Aiptu Hermawan (Anggota Gatur) sebesar 14 persen.
  5. Wahyu Hidayat Sudjatmiko (Danpaspampres) sebesar 12 persen.
  6. Bripda Yuda (Anggota Gatur) sebesar 8 persen.
  7. Moeldoko (Kepala Staf Presiden) sebesar 6 persen.

Tokoh di atas merupakan beberapa nama yang banyak disebut dalam media pemberitaan terkait dengan topik yang sedang dibahas. Adapun tindakan yang seharusnya diambil para tokoh tersebut, bisa ditentukan berdasarkan hasil Kazee media monitoring.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Diagram Organisasi Terpopuler./Kazee Media Monitoring

Organisasi terpopuler dalam topik ini adalah sebagai berikut.

  1. Paspampres sebesar 45 persen.
  2. Polda Metro Jaya sebesar 24 persen.
  3. TNI sebesar 8 persen.
  4. Mabes Polri sebesar 7 persen.
  5. Polantas sebesar 3 persen.
  6. Densus 88 sebesar 3 persen.
  7. ISIS sebesar 2 persen.
  8. BNPT sebesar 2 persen.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Kesimpulan 

Peristiwa yang terjadi di dekat Istana Merdeka, yakni seorang perempuan yang membawa senjata api jenis FN, membuat heboh media sosial. Tak sedikit hal tersebut menjadi sorotan netizen dalam platform Twitter. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan kadrun.

Dalam aplikasi WhatsApp, sempat terjadi disinformasi yang terjadi. Sempat tersiar kabar bahwa pelaku merupakan seorang perempuan yang tinggal di Lampung. Namun hal tersebut merupakan berita bohong. Adapun pelaku tersebut adalah Siti Elina yang tinggal di Koja Jakarta Utara.

Terkait dengan dugaan terafiliasi jaringan teroris tertentu, Ketua RT 13, Nurjanah, mengatakan tak mempercayai jika hal tersebut terjadi. "Itu mah jauh (keterlibatan terorisme), karena dia memang benar-benar tidak tahu kalau urusan itu. Kalau yang saya lihat ya, sebatas yang saya lihat," katanya [4].

Nurjanah menilai bahwa SE sudah menikah dan dikaruniai dua anak namun tak memiliki sumber penghasilan yang tetap. Hal tersebutlah menurutnya yang mendorong SE melakukan hal nekat sebagaimana yang terjadi.

"Bekerja hanya sebagai sebatas guru-guru ngaji kecil-kecilan. Dia bantu temannya, dari teman ke teman itu bantu. Dia mungkin ingin mengeluarkan, ibaratnya dia bisa mengajar, ada ilmu sedikit dia kasih ke anak-anak, yang saya dengar dua bulan terakhir dia ngajar Iqra, itu yang saya dengar," terangnya.

Terkait dengan kepemilikan senjata api jenis FN, Ketua RT 13 tersebut mendengar kabar terkait asal muasal senjata tersebut didapatkan. Menurutnya, pistol tersebut berasal dari seorang pamannya yang merupakan mantan anggota ABRI.

"Kalau urusan pistol itu saya dengar, saya ada omongan, itu pamannya dia ini ABRI. Dia punya pistol yang udah enggak aktif enggak kepake, dicurilah sama si Lina ini," ujar Nurjanah [5].

Terkait dengan hal ini, Kepala Staf Presiden Moeldoko sudah menerima informasi dari Paspampres. Adapun temuan aparat soal senjata api yang dibawa SE, tak ditemukan proyektil namun terdapat selongsong. Pihaknya pun sedang mendalami hal tersebut lebih lanjut.


Istana Istana Merdeka Paspampres perempuan bawa senjata api FN teroris HTI Polda Metro Jaya Fadil Imran Moeldoko KSP Kepala Staf Presiden

Bagikan:

 Berita Terbaru

  PRO KONTRA: Kritik Rocky Gerung untuk Jokowi
Senin, 07 Agustus 2023
  Prabowo Subianto Didukung PKB Capres 2024: Tambahan Kekuatan
Senin, 31 Juli 2023
  Pilpres 2024: Keberlanjutan Ganjar, Prabowo atau Perubahan Anies?
Senin, 24 Juli 2023
  PRO KONTRA: RUU Kesehatan Disahkan?
Senin, 17 Juli 2023
  Prabowo Subianto Temui Cak Imin, Soal Pilpres 2024?
Senin, 10 Juli 2023
  Dito Ariotedjo Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Korupsi di Kominfo
Selasa, 04 Juli 2023
  PRO KONTRA: SBY buat Buku Tentang Pilpres 2024 dan Cawe-cawe?
Jumat, 30 Juni 2023
  PRO KONTRA: Wacana Kaesang Maju jadi Cawalkot Depok
Rabu, 28 Juni 2023
  Ada Upaya Anies Baswedan ‘Dijegal’ KPK Jelang Pilpres 2024?
Senin, 26 Juni 2023
Anda sedang membaca artikel Analisis Berita dengan kuota gratis terakhir untuk bulan ini.
Bergabung dengan Poltara Pro dan dapatkan akses tak terbatas.


Berlangganan Sekarang
Poltara Indonesia
Kworks Indonesia - Wisma Korindo Lantai 6 - Jalan MT. Haryono Kav. 62 Pancoran - Jakarta Selatan. 12780
(022) 2010606
insight@poltara.com

Informasi
Pedoman Media
Privasi
Syarat dan Ketentuan
Hubungi Kami
Jaringan
Hutara.id
Finatara.com

poltara.com poltara.com

© Poltara Indonesia 2022