poltara.com
  • Kategori Berita
    • Agregator Berita
    • Politik Nasional
    • Politik Dunia
  • Analisis
    • Analisis Berita
    • Analisis Pro Kontra
  • Pemilu 2024
    • PILPRES 2024
   Masuk
poltara.com poltara.com
  
  • Pengaturan Akun
  • Masuk
  • Kategori Berita
  • Politik Nasional
  • Politik Dunia
  • Analisis Berita poltara
  • Analisis Pro Kontra poltara
  • Pilpres 2024 poltara

Isu Jokowi jadi Ketum PDIP, Ganjar Sebut Ngawur, Ada Tagar Mega Dikudeta

Penulis: Angga Fatura
Tanggal Terbit: Rabu, 02 November 2022
Isu Jokowi jadi Ketum PDIP, Ganjar Sebut Ngawur, Ada Tagar Mega Dikudeta

Isu Jokowi jadi Ketum PDIP, Ganjar Sebut Ngawur, Ada Tagar Mega Dikudeta./Instagram @jokowi

Sebelumnya, Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) mendoakan Presiden Jokowi agar menjadi Ketua Umum (Ketum) PDIP pada tahun 2024 mendatang. Hal tersebut diungkapkan koordinatornya, Joko Priyoski.

"Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024," kata Joko [1].

Dirinya menilai bahwa posisi Ketum PDIP jika diduduki oleh Jokowi, akan memuluskan transisi kepemimpinan. Hal tersebut juga dinilai memudahkan Jokowi untuk menyerahkan tongkat kepemimpinan PDIP ke Ganjar di masa mendatang.

Tak hanya itu, Kami-Ganjar juga mendukung Gubernur Jawa Tengah (Jateng) tersebut menjadi calon presiden (capres 2024). Menurutnya, Ganjar Pranowo dinilai paling layak untuk menggantikan Jokowi sebagai presiden RI.

"Kami yakin jika Pak Jokowi maju menjadi Ketua Umum PDIP dan Pak Ganjar terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029, semua program Nawacita Jokowi ... akan bisa diwujudkan secara utuh oleh Pak Ganjar," ujarnya.

Ganjar Tanggapi Isu Jokowi jadi Ketum PDIP

Isu Jokowi jadi Ketum PDIP yang dihembuskan oleh Kami-Ganjar, ditanggapi oleh Ganjar Pranowo. Menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang ngawur dan berasal dari imajinasi salah satu pihak yang tidak memahami aturan di PDIP.

"Itu sebuah kengawuran dan imajinasi dari seorang yang tidak mengerti aturan di PDI Perjuangan, yang tidak mengerti relasi di antara kami di dalam partai dan sangat sembrono," kata dia [2].

Ganjar juga menduga ada upaya adu domba dalam internal PDIP tersebut, terlebih lagi dengan adanya isu Jokowi jadi Ketum PDIP. Dirinya juga meminta seluruh pihak mewaspadai adanya penumpang gelap yang menyebabkan kekisruhan.

"Saya meminta semua mewaspadai adanya penumpang gelap yang ingin menciptakan disharmoni hubungan di tubuh PDIP. Agar siapa pun tidak membuat gerakan yang merusak nama baik seseorang," katanya.

PDIP Tanggapi Isu Jokowi jadi Ketum PDIP

Menurut Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun, isu Presiden Jokowi yang didoakan menjadi Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri merupakan sesuatu yang liar. "Oh nggak ada itu, orang liar itu, nggak ada urusan kita," kata Komarudin pada 1 November 2022 [3].

Baca Juga PAN Usul Ganjar Ridwan Kamil jadi Capres dan Cawapres 2024, Kang Emil Singgung Takdir, Sekjen PDIP Sebut Ini

Hasil Analisis Kazee

Diagram Isu yang Sering Dibahas./Kazee Media Monitoring

Salah satu relawan Ganjar Pranowo yang doakan Presiden Jokowi jadi Ketum PDIP, mendapatkan sorotan yang tinggi dalam Twitter, yakni mencapai 49 persen. Selain itu, terdapat pihak yang menduga bahwa Ganjar akan kesulitan mendapat tiket capres 2024 karena hal tersebut.

Tak hanya itu, isu Jokowi jadi Ketum PDIP memunculkan tagar Mega dikudeta dalam platform media sosial Twitter. Adapun beberapa warganet menilai bahwa Megawati Soekarnoputri harus mulai tegas dalam melawan buzzer politik.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Grafik Pergerakan Data./Kazee Media Monitoring

Isu tersebut sempat mencapai puncaknya pada 26 Oktober 2022 karena terdapat relawan Kami-Ganjar yang mendoakan Jokowi jadi Ketum PDIP dan dibahas beberapa pihak dalam media pemberitaan dan Twitter. Isu tersebut sempat turun namun alami kenaikan lagi.

Persentase Analsisis Sentimen./Kazee Media Monitoring

Presiden Jokowi yang didoakan oleh relawan Kami-Ganjar jadi Ketum PDIP pada 2024 dan Ganjar Pranowo yang menyebutkan gagasan tersebut ngawur, pada umumnya terbaca oleh sistem sebagai sentimen negatif, hingga mencapai 47 persen.

Sedangkan sentimen positif berasal dari petinggi PDIP yang menyarankan Ganjar Pranowo lebih hati-hati terhadap pernyataan relawannya yang kontroversial dan dianggap tak memahami mekanisme internal Partai PDIP.

Baca Juga Isu Reshuffle Menteri NasDem Usai Deklarasikan Anies Baswedan Capres 2024

Kata Kunci Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Kata kunci yang paling banyak digunakan dalam topik ini adalah Jokowi, PDIP, ketum, presiden, Megawati, Joko Priyoski, dan Hasto Kristiyanto.

Baca Juga Ganjar Pranowo Siap jadi Capres 2024, Ada Tokoh Kuat di Balik Pernyataan Ini?

Hashtag Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Tagar atau hashtag yang paling banyak dalam topik ini adalah Mega dikudeta, trah Soekarno tamat, penumpang gelap PDIP, dan Jokowi kudeta PDIP.

Baca Juga Pertemuan Jokowi dan Megawati Soekarnoputri, Lobi Dukungan Puan Maharani Capres 2024?

Diagram Tokoh Terpopuler. Kazee Media Monitoring

Tokoh yang paling sering disebut dan berkaitan dengan topik ini adalah.

Jokowi sebesar 26 persen, ia di-mention sebanyak 1.066 kali oleh media pemberitaan berdasarkan data yang diperoleh dari Kazee media monitoring. Adapun Megawati Soekarnoputri mendapatkan mention sebanyak 847 kali.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendapatkan mention di media pemberitaan sebanyak 676 kali. Sedangkan Hasto Kristiyanto di-mention sebanyak 429 kali. Puan Maharani 313 kali, Surya Palohi di-mention sebanyak 252 kali, Anies 228 kali, AHY 163 kali, dan Airlangga Hartarto 160 kali.

Deretan tokoh terpopuler merupakan beberapa orang yang namanya paling banyak disebut oleh media pemberitaan atau news yang berkaitan dengan topik atau isu berdasarkan sistem yang dimiliki Kazee media monitoring.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Diagram Organisasi Terpopuler./Kazee Media Monitoring

Organisasi terkait dengan topik ini adalah.

  1. PDIP sebesar 42 persen.
  2. NasDem sebesar 11 persen.
  3. Golkar sebesar 10 persen.
  4. Demokrat sebesar 8 persen.
  5. PPP sebesar 7 persen.
  6. PKS sebesar 7 persen.
  7. PAN sebesar 7 persen.
  8. KPK sebesar 4 persen.
  9. Perindo sebesar 4 persen.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan

Kesimpulan 

Doa dari relawan Kami-Ganjar untuk Presiden Jokowi agar menjadi Ketum PDIP, tuai polemik dari berbagai pihak. Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang ngawur dan pihak yang tak memahami mekanisme internal PDIP.

Pihak yang menyampaikan hal tersebut, Joko Priyoski merasa heran atas doa tersebut yang menimbulkan polemik dan menjadi pembahasan di mana-mana, sampai dianggap pernyataan darinya merupakan adu domba.

"Saya heran bahasa mendoakan itu kenapa jadi ramai jadi bikin saya bingung apa yang salah dari sebuah doa dan malah dianggap adu domba atau relawan siluman?" kata Joko [4].

Meski demikian, jika doa tersebut yang ditujukan kepada Jokowi agar jadi Ketum PDIP adalah hal yang keliru, ia pun meminta maaf. "Jika kemudian mendoakan hal tersebut dianggap salah, saya minta maaf," imbuhnya.


Jokowi PDIP Megawati Megawati Soekarnoputri Jokowi jadi Ketum PDIP

Bagikan:

 Berita Terbaru

  PRO KONTRA: Kritik Rocky Gerung untuk Jokowi
Senin, 07 Agustus 2023
  Prabowo Subianto Didukung PKB Capres 2024: Tambahan Kekuatan
Senin, 31 Juli 2023
  Pilpres 2024: Keberlanjutan Ganjar, Prabowo atau Perubahan Anies?
Senin, 24 Juli 2023
  PRO KONTRA: RUU Kesehatan Disahkan?
Senin, 17 Juli 2023
  Prabowo Subianto Temui Cak Imin, Soal Pilpres 2024?
Senin, 10 Juli 2023
  Dito Ariotedjo Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Korupsi di Kominfo
Selasa, 04 Juli 2023
  PRO KONTRA: SBY buat Buku Tentang Pilpres 2024 dan Cawe-cawe?
Jumat, 30 Juni 2023
  PRO KONTRA: Wacana Kaesang Maju jadi Cawalkot Depok
Rabu, 28 Juni 2023
  Ada Upaya Anies Baswedan ‘Dijegal’ KPK Jelang Pilpres 2024?
Senin, 26 Juni 2023


Berlangganan Sekarang
Poltara Indonesia
Kworks Indonesia - Wisma Korindo Lantai 6 - Jalan MT. Haryono Kav. 62 Pancoran - Jakarta Selatan. 12780
(022) 2010606
insight@poltara.com

Informasi
Pedoman Media
Privasi
Syarat dan Ketentuan
Hubungi Kami
Jaringan
Hutara.id
Finatara.com

poltara.com poltara.com

© Poltara Indonesia 2022