poltara.com
  • Kategori Berita
    • Agregator Berita
    • Politik Nasional
    • Politik Dunia
  • Analisis
    • Analisis Berita
    • Analisis Pro Kontra
  • Pemilu 2024
    • PILPRES 2024
   Masuk
poltara.com poltara.com
  
  • Pengaturan Akun
  • Masuk
  • Kategori Berita
  • Politik Nasional
  • Politik Dunia
  • Analisis Berita poltara
  • Analisis Pro Kontra poltara
  • Pilpres 2024 poltara

Hacker Bjorka, Bocorkan Data Pejabat Hingga Bantah Pengalihan Isu Ferdy Sambo

Penulis: Kovaleps Hero
Tanggal Terbit: Senin, 12 September 2022
Hacker Bjorka, Bocorkan Data Pejabat Hingga Bantah Pengalihan Isu Ferdy Sambo

Pergerakan Data Bjorka yang Melakukan Peretasan Data./freepik rawpixel.com

Sudah sebulan terakhir, terdapat hacker dengan nama Bjorka yang mengklaim bahwa dirinya memiliki data registrasi SIM Card dengan jumlah 1,3 miliar hingga memiliki surat untuk Presiden Jokowi. Publik bertanya-tanya siapakah orang di balik Bjorka.

Dalam akun Twitter pribadinya Bjorka, terdapat tagline “yea catch me if you can (tangkap saya jika kamu bisa),” katanya. Lengkap dengan alamat email, bergabung pada September 2022 dengan lokasi di Warsaw, Polandia. Ia hanya mengikuti satu akun, yakni penyanyi Bjork.

Awal Mula Bjorka Lakukan Pembocoran Data

Dikutip dari CNN Indonesia, Bjorka dalam profil BreachForums, baru bergabung di situs tersebut pada 9 Agustus 2022. Awal pembocoran data oleh Bjorka di breacher.to, adalah data pelanggan salah satu e-commerce Tokopedia yang dibobol pada April 2020 dengan ukuran 11 GB dan 24 GB.

Selanjutnya, Bjorka diduga melakukan pembocoran data sebanyak 270,904,989 pengguna media sosial Wattpad yang dibobol pada Juni 2020, yakni berisikan password, login, nomor kontak, hingga nama asli para pengunjung situs Wattpad.

Selanjutnya, Bjorka mengklaim telah memiliki 26 juta data pelanggan salah satu perusahaan internet terbesar di Indonesia, yakni IndiHome. Ia diklaim memiliki 26 juta data pelanggan yang mencakup nama lengkap, email, gender, Nomor Induk Kependudukan (NIK), IP Address, hingga histori kunjungan situs.

Selang beberapa waktu, pada 31 Agustus 2022, Bjorka mengunggah sebanyak 1,3 miliar data registrasi SIM Card yang diklaim telah bobol dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yakni NIK, nomor telepon, provider hingga tanggal registrasi.

Adapun kebocoran data tersebut dibantah oleh Kominfo, operator seluler, dan Kemendagri, namun para pakar siber melihat bahwa data yang dibocorkan oleh Bjorka adalah valid. Kendati demikian, Dirjen Aptika meminta agar hacker tidak menyerang.

"Kalau bisa jangan nyerang lah, orang itu perbuatan illegal access kok. Setiap serangan itu yang dirugikan rakyatnya," ucap Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan, dikutip dari Senin 5 September 2022 [1].

Bjorka Balas Pesan Untuk Kominfo

Hacker Bjorka pun membalas pesan Dirjen Aptika tersebut dalam unggahan di breached forum dengan judul 'My Message to Indonesian Government'.

Baca Juga Diduga Kebocoran 1,3 Miliar Data SIM Card Bocor, Kominfo dan Kemendagri Buka Suara

"My Message to Indonesian Goverment: Stop being an idiot (pesan saya untuk pemerintah Indonesia: berhentilah jadi orang bodoh)," sebutnya pada Selasa 6 September 2022.

Kendati demikian, hacker Bjorka melanjutkan aksinya, Bjorka lalu mengklaim telah membocorkan 105 juta data kependudukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 6 September 2022, yang berisikan NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), dan nama lengkap.

Surat Rahasia BIN untuk Presiden Jokowi Diklaim Dibocorkan Bjorka

Terdapat kabar bahwa ada pembocoran data surat rahasia untuk Presiden Jokowi dalam periode 2019-2021, salah satunya adalah surat dalam amplop yang tertutup dari Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam hal ini, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi mengatakan pemerintah akan memprosesnya.

"Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya," kata Heru Budi pada 10 September 2022.

Mendengar hal tersebut, Bjorka dalam Twitter membalasnya dengan nyinyir.

Baca Juga Bjorka Sebut Ketum Berkarya Terkait Soal Pembunuh Munir, Ini Kata Partai

"do u know that u and all ur people no one can do this? because it's been 21 days since my first leak. and all of u are still confused about where to start (Sadar enggak sih tak seorang pun dari Anda dan semua orang-orang Anda bisa melakukannya? 21 hari sejak pembocoran data pertamaku, Anda semua masih bingung dari mana memulainya)," tulisnya dalam Twitter.

Motif Bjorka Lakukan Pembocoran Data

Adapun motif hacker Bjorka melakukan pembocoran taua peretasan data, salah satunya adalah sebagai bentuk kritik terhadap Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dipimpin oleh politisi NasDem, yang menurutnya bukan seseorang yang ahli dalam bidangnya.

"this is a new era to demonstrate differently. nothing would change if fo** were still given enormous power. the supreme leader in technology should be assigned to someone who understands, not a politician and not someone from the armed forces. because they are just stu*** people," kicau Bjorka.

(ini adalah era baru untuk berdemo dengan cara berbeda. Tidak ada yang akan berubah jika orang bo*** masih diberi kekuatan yang sangat besar. Pemimpin tertinggi dalam teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politisi dan bukan seseorang dari angkatan bersenjata. karena mereka hanyalah orang-orang bo***).

Diketahui bahwa saat ini akun Twitter @bjorkanisme telah di-suspend pihak Twitter, namun dirinya kembali membuat akun Twitter dengan nama @bjorxanism. Saat akun Twitternya belum di-suspend, ia menjelaskan bahwa terdapat ikatan emosional dengan Indonesia.

"i have a good indonesian friend in Warsaw, and he told me a lot about how messed up Indonesia is. i did this for him (Saya punya teman orang indonesia yang baik di warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. saya melakukan ini untuknya)," cetus dia.

"yea don't try to track him down from the foreign ministry. because you won't find anything. He is no longer recognized by Indonesia as a citizen because of the 1965 policy. even though he is a very smart old man," imbuh Bjorka.

(Ya jangan coba lacak dia dari kementerian luar negeri. karena Anda tidak akan menemukan apa-apa. dia tidak lagi diakui oleh indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965. meskipun dia adalah orang tua yang sangat pintar, imbuh Bjorka.

Adapun seorang temannya yang sudah merawatnya dari kecil, sudah meninggal tahun lalu. Satu mimpi yang belum ia capai adalah pulang ke Indonesia dan melakukan sesuatu dengan teknologi, meski dirinya mengetahui betapa sedihnya menjadi seorang BJ Habibie.

"It seems complicated to continue his dream the right way, so i prefer to do it this way. we hace same goal, so that country where he was born can change for the better (Sulit melanjutkan mimpinya dengan cara itu, jadi saya pilih dengan cara ini hingga negara tempat ia lahir bisa menjadi lebih baik)," aku dia.

Bjorka Kembali Aktif, Bantah Pengalihan Isu Kasus Ferdy Sambo

Setelah hacker Bjorka kembali aktif di Twitter dengan akun baru, dirinya membantah bahwa apa yang dilakukannya merupakan pengalihan isu kasus penembakan Brigadir J hingga tewas, yang diduga didalangi oleh Irjen Ferdy Sambo.

"Jika ada yang berpikir saya di sini untuk mengalihkan kasus Sambo, saya bahkan tidak tahu dia siapa. Tapi saya akan bantu supaya @ListyoSigitP mendengar desakan kalian," kata Bjorka dalam cuitannya di Twitter [2].

Hacker Bjorka Klaim Akan Serang Pertamina

Sebelumnya, hacker Bjorka klaim akan serang BUMN Pertamina. Dalam hal ini, Irto Ginting selaku Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa Pertamina sangat memperhatikan keamanan data konsumen.

Sekretaris Perusahaan Patra Niaga juga berharap agar data milik pelanggan dalam aplikasi My Pertamina yang ditargetkan oleh Bjorka, tidak terjadi. "Diharapkan itu (data bocor) tidak terjadi," ujar Irto Ginting pada 12 September 2022 [3].

"Pertamina sangat memperhatikan keamanan data konsumen. Kami telah menerapkan standar keamanan informasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang mendukung pengamanan data. Pertamina berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan data pendaftar program Subsidi Tepat," katanya. 

Hasil Analisis Kazee

Diagram Isu yang Sering Dibahas./Kazee Media Monitoring

Hacker Bjorka yang telah melakukan pembocoran informasi termasuk beberapa informasi Menteri Kominfo, BUMN, Ketua DPR RI, termasuk pegiat sosial di media sosial, yang mendapat perhatian lebih pada saat informasi pribadi pegiat media sosial Denny Siregar dibagikan oleh Bjorka.

Tak hanya itu, Bjorka yang membocorkan terduga pembunuh terhadap aktivis Munir, membuat warganet menyoroti perihal kematian munir yang terjadi saat era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan A.M. Hendropriyono yang menjadi Ka BIN pada saat itu.

Kendati demikian, terdapat warganet yang berharap agar hacker Bjorka membocorkan informasi mengenai misteri pejabat yang terlihat termenung pada saat mereka melakukan aksi nonton bareng (nobar) hitung cepat pemilu presiden (pilpres) pada tahun 2014 silam.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Grafik Pergerakan Data./Kazee Media Monitoring

Grafik pergerakan data perihal Hacker Bjorka, terjadi kenaikan data pada 10 September 2022, hal tersebut disebabkan oleh dirinya yang melakukan pembobolan data sejumlah pejabat negara, lengkap dengan nomor handphone pribadinya.

Persentase Analsisis Sentimen./Kazee Media Monitoring

Analisis sentimen negatif sebesar 58 persen, pada umumnya membahas tentang kebocoran yang terjadi, hingga nomor beberapa pejabat yang ikut dibocorkan oleh hacker Bjorka. Adapun sentimen positif, pada umumnya membahas pentingnya pembenahan sistem pengamanan data di Indonesia.

Baca Juga Terima SK Kemenkumham Plt Ketum Baru, PPP Siap Sambangi KPU

Sampel Tweet Warganet di Twitter./Kazee Media Monitoring

Terdapat netizen yang mempertanyakan jika data yang dimiliki oleh hacker Bjorka adalah palsu atau hoax, ia bertanya mengapa akun Twitter Bjorka di-suspend dan pemerintah seolah ‘ketar-ketir’. Serta terdapat warganet yang menduga bahwa kehadiran Bjorka merupakan pengalihan isu.

Kata Kunci Sesuai Topik Pemberitaan./Kazee Media Monitoring

Kata kunci yang paling banyak digunakan dalam topik ini adalah hacker, Bjorka, rahasia, membocorkan, Kominfo, Johnny G Plate, kebocoran data, dan peretasan.

Baca Juga Menkumham Buka Suara Soal Pembebasan Bersyarat 23 Koruptor

Diagram Tokoh Terpopuler. Kazee Media Monitoring

Tokoh terpopuler dalam topik ini adalah.

  1. Jokowi (Presiden RI) sebesar 39 persen.
  2. Johnny G Plate (Menteri Kominfo) sebesar 21 persen.
  3. Puan Maharani (Ketua DPR RI) sebesar 10 persen.
  4. Heru Budi Hartono (Kasetpres RI) sebesar 9 persen.
  5. Erick Thohir (Menteri BUMN) sebesar 8 persen.
  6. Wawan Hari Purwanto (Juru Bicara BIN) sebesar 6 persen.
  7. Muchdi PR (Ketum Partai Berkarya) sebesar 3 persen.
  8. Pollycarpus (Terpidana kasus Munir) sebesar 2 persen.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan.

Diagram Organisasi Terpopuler./Kazee Media Monitoring

  1. Badan Intelijen Negara (BIN) sebesar 32 persen.
  2. Kominfo sebesar 18 persen.
  3. KPU sebesar 10 persen.
  4. Badan Sandi Siber Negara (BSSN) sebesar 7 persen.
  5. BUMN sebesar 6 persen.
  6. Partai Berkarya sebesar 6 persen.
  7. DPR RI sebesar 6 persen.
  8. Kementerian Sekretariat Negara sebesar 5 persen.

*disclaimer: terdapat data yang tidak ditampilkan

Kesimpulan 

Hacker Bjorka yang telah melancarkan aksi dugaan peretasan sejak April 2020 hingga saat ini masih terus dilakukan. Yang terbaru adalah data pribadi dari pejabat pun ikut disebarkan oleh Bjorka. Bahkan, data pribadi Johnny G Plate selaku Menkominfo, ikut dibocorkan Bjorka.

Adapun anggapan publik bahwa kehadiran hacker Bjorka yang merupakan upaya pengalihan isu kasus Irjen Ferdy Sambo, Bjorka mengaku bahwa dirinya tidak mengenal Irjen Ferdy Sambo, namun ia me-mention kepada Kapolri agar kasusnya cepat selesai.

Perihal sentimen positif dari topik hacker Bjorka, menginginkan agar saat ini menjadi momentum Indonesia lebih memperkuat sistem pengamanan digitalnya, sehingga ke depan tidak mengalami kebocoran data seperti yang saat ini sedang terjadi.

Untuk sentimen negatif, yakni sebesar 58 persen, pada umumnya membahas tentang kebocoran data yang terjadi. Terlebih lagi, terdapat data beberapa pejabat yang ikut mengalami kebocoran data. Kendati demikian, pemerintah membantah soal kebocoran data BIN yang terjadi.

“Pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Kasetpres Heru [4].

“Saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya,” ucap Kasetpres Heru.


hacker Bjorka Kominfo Dirjen Aptika Johnny G Plate BIN KPU Ferdy Sambo peretasan kebocoran Data

Bagikan:

 Berita Terbaru

  PRO KONTRA: Kritik Rocky Gerung untuk Jokowi
Senin, 07 Agustus 2023
  Prabowo Subianto Didukung PKB Capres 2024: Tambahan Kekuatan
Senin, 31 Juli 2023
  Pilpres 2024: Keberlanjutan Ganjar, Prabowo atau Perubahan Anies?
Senin, 24 Juli 2023
  PRO KONTRA: RUU Kesehatan Disahkan?
Senin, 17 Juli 2023
  Prabowo Subianto Temui Cak Imin, Soal Pilpres 2024?
Senin, 10 Juli 2023
  Dito Ariotedjo Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Korupsi di Kominfo
Selasa, 04 Juli 2023
  PRO KONTRA: SBY buat Buku Tentang Pilpres 2024 dan Cawe-cawe?
Jumat, 30 Juni 2023
  PRO KONTRA: Wacana Kaesang Maju jadi Cawalkot Depok
Rabu, 28 Juni 2023
  Ada Upaya Anies Baswedan ‘Dijegal’ KPK Jelang Pilpres 2024?
Senin, 26 Juni 2023


Berlangganan Sekarang
Poltara Indonesia
Kworks Indonesia - Wisma Korindo Lantai 6 - Jalan MT. Haryono Kav. 62 Pancoran - Jakarta Selatan. 12780
(022) 2010606
insight@poltara.com

Informasi
Pedoman Media
Privasi
Syarat dan Ketentuan
Hubungi Kami
Jaringan
Hutara.id
Finatara.com

poltara.com poltara.com

© Poltara Indonesia 2022